Seorang siwa Sekolah Sukma Bangsa Pidie menuturkan “Aduh, saya bingung mau memilih jurusan IPA atau IPS”, tutur Elvi, seorang siswi kelas X SMA Sukma Bangsa Pidie. Setidaknya itulah sebagian gambara keluhan siswa-siswi kelas X di SMA Sukma Bangsa Pidie dalam dua minggu terakhir ini. Betapa tidak, mereka yang sedang mempersiapkan Ujian Akhir Semester Genap 2010-2011 atau Ujian kenaikan Kelas, sudah harus mengambil ancang-ancang untuk pemilihan jurusan di kelas XI nantinya. Bagian kurikulum Sekolah Sukma Bangsa Pidie bahkan telah melakukan presentasi kepada mereka perbandingan nilai Sains dan Ilmu Sosial yang mereka dapatkan selama ini. Nilai-nilai itu berasal dari rata-rata penilaian tiga kali semester tahun ajaran ini. Berbeda dengan sekolah-sekolah lain, di Sekolah Sukma Bangsa Pidie siswa boleh memilih sendiri jurusan yang cocok dengannya, sekolah membantu memetakan kemampuan akademis saja. Sekolah sepakat bila bakat dan kesukaan siswa juga penentu faktor keberhasilan pendidikan mereka.
Agar tidak bingung, Sekolah Sukma Bangsa Pidie menyediakan waktu pertemuan khusus untuk konsultasi, memaparkan kembali nilai akademis, membagikan angket isian rencana masa depan dan mengundang staff ahli yakni Bapak Khairudin Bashori seorang Psikolog Pakar dan mantan Rektor Muhamadiyah dari Yogyakarta untuk memberi bimbingan karir dan tips-tips belajar efektif pada tanggal 13 Mei 2011 lalu. Model ini mungkin berbeda dengan sekolah-sekolah lain, SMA SSB Pidie meyakini bahwa siswa punya andil besar dalam membuat keputusan-keputusan penting dalam hidupnya sebagai proses belajar bertanggung jawab, termasuk menentukan jurusan pendidikan yang akan mereka tempuh di kelas XI dan XII nanti, sehingga penjurusan menjadi isu terhangat di antara siswa-siswi kelas X kali ini. (SN)





