“Bermaafan Lebih Baik daripada Bermusuhan”. Sebuah kata kunci (keyword) dari siswa yang bernama Edi Baskoro mengawali perjumpaan seluruh Sumber Daya Kependidikan dan siswa Sekolah Sukma Bangsa Pidie pada Morning Circle perdana pascalibur Ramadhan dan Idul Fitri.
Senin, 12 September 2011 adalah hari pertama dimulainya aktivitas belajar mengajar di Sekolah Sukma Bangsa Pidie. Berbeda dengan sekolah kebanyakan di Kabupaten Pidie, Sekolah Sukma Bangsa Pidie memang memiliki masa liburan yang sedikit panjang. Tetapi, panjangnya liburan kali ini bukannya tak beralasan. Ketika kebanyakan sekolah yang lain masih libur di awal Ramadhan kemarin, Sekolah Sukma Bangsa Pidie sudah melakukan aktivitas belajar mengajar. Itulah yang menyebabkan jadwal liburan untuk Idul Fitri kali ini diperpanjang selama sepekan.
Dalam sambutannya, Bapak Victor Yasadhana sebagai Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie tak lupa mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh SDK dan Siswa Sekolah Sukma Bangsa Pidie. “Selamat datang kembali semuanya, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan bathin,” ungkap Pak Tongki, begitu beliau akrab disapa. Beliau juga berharap kepada seluruh SDK dan siswa agar terus meningkatkan kedisiplinan, dan keefektifan proses belajar mengajar di Sekolah Sukma Bangsa Pidie. Selain itu, Ibu Sari Idha Nur Sofa yang menjadi pembawa acara di morning circle perdana itu yang juga sebagai Kepala Asrama Putri Sekolah Sukma Bangsa Pidie menghimbau kepada seluruh siswa agar di akhir kegiatan morning circle nanti semua siswa diharapkan dapat bersalam-salaman dengan para SDK. “Kepada anak-anakku semua, setelah ini kita membuat barisan untuk saling bersalam-salaman ya,” ujar Ibu yang sering disapa oleh anak-anaknya dengan Bumi Sari ini.
Di akhir acara, seluruh siswa Sekolah Sukma Bangsa Pidie yang berjumlah 293 orang ini melakukan antrean panjang untuk bersalam-salaman dengan para SDK. Seperti kata pepatah “Tegak Sama Tinggi, Duduk Sama Rendah” menyiratkan betapa para SDK rela bersalam-salaman dengan sekitar 293 murid SD, SMP dan SMA. Antrean yang mengular begitu panjang ini membuat beberapa siswa dan SDK merasa penat dan gerah, bahkan tidak sedikit yang merasa sakit perut. Tetapi, karena kekhidmatan yang dirasakan di bulan syawal yang penuh berkah ini, antrean yang melelahkan itupun hilang dengan sekejap. Seorang siswa SD, Rajiv Alghifari sangat bersemangat saat bersalam-salaman meski sakit perut yang saat itu Ia rasakan. “Pak, panjang kali ya antreannya, saya udah sakit perut ni, tapi saya senang koq bisa bersalam-salaman dengan para guru-guru saya,” begitu celoteh Rajiv yang baru duduk di kelas satu SD ini. (MP)





